Tampilkan postingan dengan label pregnan mom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pregnan mom. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

Kehamilan Minggu ke 40

Assalamu Alaikum wr. Wb. Baby boo kesayangan Bunda dan papa
Baik dan sehat selalu yah syg.

Skrg kehamilan Bunda sudah masuk 40 minggu. Sudah waktunya bunda melihat kamu sayang. Dari semalam (28/2) malam Bunda sudah merasakan kontraksi, tidur bunda tidak nyenyak yang berakibat pukul 4.20 dini hari keluar lendir bercampur darah.

Nyeri kontraksi sudah terasa sedikit demi sedikit tapi dengan  range waktu yang sangat jarang. Karena khawatir dengan darah dan lendir yang keluar, setelaha menungu papa mengurus upating di Barombong, akhirnya Bunda minta di antar ke Rumah Sakit Bersalin. Sesampai di Rumah sakit, dokter Fatma yang biasa menangani bunda sudah mau pulang, akhirnya bunda lsg diarahkan ke IGD sebelum akhirnya diarahkan ke lt.3 ruang bersalin untuk mengecek pembukaan. Akhirnya setelah cek dalam, sang suster mengatakan kalau baru pembukaan 1.

Tepat pukul 1 siang Bunda disuruh pulang dulu sama sang suster menunggu sakitnya datang semakin sering. Bunda sama papa akhirnya pulang dulu. Ba'da magrib, ketuban bunda akhirnya pecah.

Pukul 22.00 Bunda minta diantar papa ke Rs. Grestelina lagi karena takut air ketuban habis. Sempat ada drama selama kurang lebih 45 menitan karena mobil yang bunda dan papa naikin sempat tenggelam ban di tanah berlumpur di depan rumah. Namun berkat pertolongan dua orang bapak - bapak yang lewat di depan rumah, mobil berhasil di keluarkan dari jebakan lumpur.

Tepat pukul 11, bunda sampai di Rs.Grestelina dan langsung diperiksa dr. Deviana S.Pog. setelah di periksa ternyata ketuban Bunda sudah tidak banyak lagi. Dokter akhirnya menyarankan langsung opname. Setelah diantar oleh suster dari IGD menuju ruangan bersalin, pengecekan pembukaan dilakukan, masih bukaan 1.

Setelah menunggu sampai jam 12 malam dan tidak ada peningkatan pembukaan akhirnya Bunda di Induksi (infus obat perangsang) yang sakitnya sangat double - double. Bunda dan papa disuruh menunggu sampai pukul 3 dini hari untuk melihat perkembangan pembukaan. Namun hingga pukul 6 pagi? Bunda hanya naik ke pembukaan 2 dan air ketuban yang terus mengucur.

Pukul 7 pagi Bunda masuk kategori gawat janin karena detak jantung baby boo bunda sudah tidak stabil dan rasa sakit bunda juga sudah tidak terhankan. Keputusan terakhir akhirnya Bunda harus di Operasi Secar pukul 10.00

Tepat pukul 9.10 persetujuan operasi Bunda sudah disetujui papa. setelah berganti kostum operasi,  bunda akhirnya antri untuk di operasi berjejer dengan pasien yang lain dengan riwayat penyakit yang berbeda di ruang persiapan. Saat itu, Bunda menahan sakit yang sangat sakit karena obat induksi masih bereaksi.

Pukul 10.05 Bunda akhirnya masuk ruang operasi, langsung dibaringkan dan dikerumuni dokter. Awalnya saya risih karena harus membuka  semua busana dan dikelilingi para dokter yang kebanyakan cowok. Tapi mau gimana lagi, sudah seharusnya begitu.

Awalnya bunda di dudukkan di meja operasi, setelah itu langsung di minta tunduk sebentar dan dokter mencari letak titik bius bunda dibagian tulang belakang Bunda. Setelah kedua dokter ahli menemukannya, Bunda merasakan ada jarum suntik tertancap sebanyak dua kali. Sekitar 2 detik setelah itu, kaki bunda sontak kesemutan dan keram dimulai daei kaki kiri dan menjalar sampai pinggang. Setelah itu Bunda dibaringkan, ditutupi batasan dengan kain tebal dan dikerumuni dokter ahli bedah dan kandungan.

Bunda sudah tidak merasakan apa - apa mulai dari bagian pinggang kebawah. Pada bagian perut, Bunda merasakan dokter mengoleskan cairan dingin dengan kapas yang tampaknya juga obat bius karena setelah melekat di kulit perut mendadak saya merasakan seolah tidak punya perut seketika.

Bunda masih sadar 100% area perut ke atas, bunda bisa melihat di seberang kiri bunda juga ada orang lain yang sedang di operasi. Bunda bisa mendengar suara dokter dan percakapan mereka semuanya dari balik tirai yang membatasi perut dan kepala bunda.

Tepat pukul 10.22 pagi, untuk pertama kalinya Bunda mendengar suara tangisan kamu sayang. Rasa bahagia, haru bercampur jadi satu tatkala sang dokter mendekatkanmu pada bunda dan memberitahu kalau jenis kelamin kamu Perempuan sayang. Bunda bisa melihat kulit putih bersihmu dan suara tangismu yang menggelegar.

Bunda hanya bisa terseyumj sangat bahagia melihatmu telah melihat dunia pada akhirnya. Karena bagian perut bunda kebawah masih belum bunda rasakan karena pengaruh bius, di menit - menit terakhir bunda cuma mendengarkan gemerincing alat operasi dan suara dokter yang menjahit bekas operasi bunda. Bunda bersyukur melewati semuanya dan operasi berjalan lancar dengan kehadiranmu. Alhamdulillah

Setelah semua selesai, bunda akhirnya di baringkan di ruangan khusus. Disana bunda melihatmu terbaring di dalam inkubator. Sekali lagi, Bunda hanya bisa melihatmu dari jauh sayang tanpa bisa menyentuhmu karena setengah badan bunda masih dibawah pengaruh obat bius.

Pukul 11.30 kamu dibawa sama suster ketemu nenek ibu sama papa di ruang perawatan 306 sementara bunda masih harus menunggu higga pukul 4 sore sebelum bertemu denganmu. Bunda harus menunggu hingga pengaruh bius hilang perlahan. Pukul 2 siang pengaruh bius di kaki kanan sudah perlahan hilang, menunggu kaki kiri dan daerah perut.

Alhamdulillah pukul 4 sore akhirnya bunda sudah bisa memeluk dan menciummu sayang. Setelah dijemput papa dari ruang perawatan menuju ruang rawat inap. Meski rasa sakit masih sangat terasa tetapi bunda sanggup menetralisir semuanya setelah melihatmu sayang.

Syukur Bunda dan papa tidak terhingga.
Kakek dan nenek beserta keluarga besar juga sangat bahagia dengan kehadiranmu sayang.

Sehat - sehat selalu, panjang umur dan jadi anak sholehah bunda dan papa yang berbakti untuk Agama khususnya. Amiin YRA

Rs Grestelina, 1 Maret 2016

Kamis, 25 Februari 2016

Kehamilan Minggu ke 39

Assalamu Alaikum wr. Wb.

Alhamdulillah Minggu ini Kehamilan Bunda sudah memasuki minggu ke 39. Iti artinya, jika mengikuti schedule, penantian untuk bertemu sang buah hati tinggal menghitung hari.

Menurut beberapa artikel yang Bunda baca, usia kehamilan sangat beragam. Ada yang sudah mengalami persalinan di minggu 39 bahkan sampai di minggu 41 dengan berbagai gejala dan tanda persalinan yang berbeda - beda.

Minggu ini, Bunda sudah semakin sering mengalami kontraksi palsu yang bagi bunda yang masih pemula masih sangat takut kalau itu kontraksi asli. Bunda tidak tahu membedakan yang mana kontraksi asli dan mana kontraksi palsu, jadilah setiap kontraksi datang Bunda merasa tegang dàn khawatir kalau - kalau itu kontraksi asli.

Saat kontraksi itu datang, mendadak Bunda merasakan sakit dibagian tulang belakang, daerah perut bawah dan perut Bunda langsung mengeras. Bunda merasakan minggu ini pergerakan baby kesayangan Bunda semakin melambat di dalam perut, mungkin karena ruang yang semakin terasa sempit karena semakin membesarnya baby dalam perut Bunda.

Bunda merasakan kontraksi itu semakin kuat di hari Rabu (24/2) lalu. Kontraksi itu sangat kuat dan berlangsung kurang lebih 1 jam yang menyebabkan Bunda harus bolak balik toilet buang air kecil dan menahan mules yang berkepanjangan dan susah duduk di kursi kerja Bunda. Kontraksi Bunda rasakan lagi pada malam hari sesampai di rumah.

Hari berikutnya (25/2), Kontraksi semakin sering Bunda rasakan meski hanya dengan durasi yang sebentar saja. Akhirnya setelah berkoordinasi dengan Direktur Bunda, Bunda dibolehkan cuti per hari ini, Jumat (26/2).

Semalam lagi - lagi harus merasakan kontraksi yang berkepanjangan hingga akhirnya Bunda tertidur. Kira - kira Pada pukul 4.30 subuh hari, Bunda harus terbangun karena mulas kembali menyerang. Bunda mengira kalau mungkin Bunda akan mengalami persalinan segera, namun lagi - lagi hanya kontraksi Palsu. Rasa sakit yang Bunda rasakan persis dengan yang Bunda rasakan setiap mau menstruasi dulu.

Namun, Bunda sudah memutuskan akan ke Rumah Sakit saja jika tanda - tanda persalinan lainnya sudah muncul seperti yang Bunda baca di Internet yakni keluarnya lendir bercampur darah yang katanya merupakan tanda semakin dekatnya persalinan dan pecahnya ketuban. Bunda berharap waktu menunggu kehadiran baby kesayangan Bunda dan Papa tidak akan lama lagi. Dengan begitu, Bunda sudah tidak lama lagi akan berubah status dari calon Bunda menjadi Bunda.

Bunda dan papa selalu berharap baby kesayangan kamk Baik - baik selalu hingga lahir normal dan tidak ada kendala berarti. Amiiin YRA.

Makassar, 26 Feb 16
Salam Cinta Bunda & Papa

#LR

Minggu, 31 Januari 2016

Kehamilan 35 Minggu

Assalamu alaikum wr. Wb. Kesangan Bunda,

Apa kabar baby sholehah Bunda & papa? Sehat yaah sayang.

Minggu ini, bunda akhirnya berhasil merampungkan judul bakal skripsi Bunda loh sayang. Itu artinya sebentar lagi Bunda sudah harus seminar Judul.

Kehamilan 35 minggu tidak lantas membuat bunda harus menyerah. Meskipun kamu semakin berat di perut Bunda, tapi insyaAlloh semua akan dimudahkan sayang. Beruntung di awal minggu ini masih ada papa yang menemani kemanapun bunda pergi.

Untungnya lagi, bunda bisa melakukan semua ini tidak sendiri, kebetulan Bunda join judul dengan seorang lagi teman Bunda, namanya Jonser karena Bunda memilih skripsi dengan melibatkan sistem sebagai komponen didalamnya, jadi bisa dua orang.

Oia, papa minggu ini memang menemani bunda akan tetapi hanya sampai hari Jumat. Hari sabtu, bunda kembali harus di tinggalkan papa ke perantauan karena harus menjalankan kewajiban sayang. Papa harus turun ke laut lagi di tanggal 30 Januari. Bunda kembali harus memesankan pesawat dr Makassar ke Pagkalan Bun dengan 3 kalk transit (Kota Baru-Banjarmasin-Sampit).

Kalau biasanya papa berangkat sendiri atau ber dua, kali ini papa bertiga dengan kapten dan KKM (Orang Mesin di kapal) sayang. Karena tiket jam 6 subuh, jadinya Bunda harus mengantar papa jam 4 subuh ke Bandara dan lanjut ke kantor setelah dari Bandara dan ambil motor di rumah.

Akhirnya bunda harus kembali berkendara sendiri. Meski kadang semakin sakit dibagian perut bawah saat berkendara, tapi tidak apa sayang, bunda akan selalu hati - hati koq insyaAlloh.

Minggu ini bunda kembali ke dokter, tujuan utama adalah mengurus segala sesuatu yang mungkin saja bakalan diperlukan saat persalinan nanti. Jadi bunda memulai dari dokter praktek yang ditunjuk di BPJS bunda. Namanya dr.Jani, disana bunda harus minta rujukan ke rumah sakit grestelina untuk persiapan tempat persalinan kelak. Karena dokternyà buka praktek malam, jadi bunda ke sana pada malam hari bareng papa.

Besoknya bunda langsung di ambilkan antrian di bpjs RS. Grestelina sama papa, meski sempat kesannya di persulit petugas BPJS, tapi semua bisa dilalui. Bunda akhirnya mendapat nomor antrian  no.5 di dokter Fatma di jam 11.30 siang... dari sana, dokter memeriksa bunda dengan cermat.

Kamu katanya sehat sayang, berat bunda sudah 78 kg, sementara kamu 2kg. Kata bu dokter, kamu diprediksi lahir normàl dengan berat sekitar 3kg. Bunda dikasi surat keterangan sama bu dokternya untuk keperluan pengurusan BPJS kamu sayang kelak jika lahir selamat isnyaAlloh.

Bu dokter juga memberikan surat rujukan persalinan di grestelina alhamdulillah serta surat keterangan istrahat selama 2 hari karena takut bunda kecapean.

Oia, perut bunda semakin beraaat, susah bernafas, susah mendapat posisi tidur yang nyaman dan kaki semakin bengkak saja. Tapi tidak apa sayang, semua pasti bisa bunda lalui semua meski papa kembali harus jauh dari bunda karena kewajiban.

Saling mendoakan dan saling menguatkan sayang yah.. sehat selalu di perut Bunda. Tidak akan lama lagi Allah akan mempertemukan kita di dunia sayang. Amiiin

Salam cinta bunda & Pap
#LR
Makassar, 31 Januari 2016

Senin, 18 Januari 2016

Kehamilan minggu 32-34

Assalamu Alaikum wr. Wb. Baby sholehah Bunda. Apa kabar sayang? Sehat selalu yah....

Maafkan Bunda yang baru menyempatkan diri menulis lagi tentang perkembangan kehamilan Bunda.

Minggu ini kehamilan bunda sudah memasuki minggu ke 34 sayang. Bunda sangat sibuk akhir - akhir ini sehingga Bunda benar-benar tidak sempat menulis. Mulai dari kakek polisi yang mendadak terkena stroke ringan dimalam ke 2 tahun Baru kemaren.

Lanjut lagi dengan tugas kantor yang membludak di awal tahun. Ditambah tugas rumah plus bunda harus bolak - balik ke Rs.Bhayangkara bawa makanan, jenguk dan urut kakek dalam rangka proses penyembuhan kakek.

Kakek dirawat selama seminggu di rumah sakit, ini menyebabkan papa yang baru tiga minggu berlayar harus turun kembali.

Alhamdulillah saat ini kakek sudah di rumah, meski belum banyak perubahan tapi setidaknya kakek sudah segar perasaannya karena harus meninggalkan rumah sakit pada akhirnya.

Banyak hal yang Bunda alami dan lalui sayang. Alhamdulillah kamu tidak sangat rewel jadi Bunda kuat menghadapi semuanya.

Kuliah Bunda juga sudah rampung semua, sisa pengajuan judul untuk tugas skripsi Bunda sayang. Tanggal 8 januari, papa datang sayang karena memenuhi panggilan nenek karena kakek sakit strok ringan.

Alhamdulillah bunda tidak terlalu kesulitan kemana - manq karena papa selalu siaga mengantar jemput dan menunggu Bunda.

Salah satu perubahan paling berpengaruh yang bunda rasakan saat ini yaitu semakin sulitnya Bunda bernafas. Itu bunda rasakan karena semakin berat perut bunda seiring dengan semakin bertambahnya berat kamu sayang.

Periksa 18 januari kemarin, berat Bunda sudah 75kg loh sayang. Kata dokter berat kamu sudah 1,9 kg. Meskipun ibu dokter berkata bahwa itu masih kurang untuk usia bayi 34 minggu, tapi bersyukur berat kamu tidak dibawah batas normal berat bayi. Tekanan darah Bunda saat di tensi capai 120/70, dan itu katanya normal.

Selain perubahan - perubahan itu, Bunda juga mengalami pembengkakan di kaki yang kadang menjalar sampai ke betis dan tangab Bunda jika kecapean. Beruntung alhamdulillah saat rasa lelahnya sedikir berkurang, perlahan hilang namun bisa kembali lagi jika kecapean lagi... tp sejauh ini, semua berjalab normal dan baik.

Kamu juga Baik2 selalu yah... miss U

Salam Cinta Bunda dan Papa
#LR

Makassar 2016

Rabu, 16 Desember 2015

Kehamilan minggu ke 29

Assalamu Alaikum wr. Wb.
Apa kabar Baby Sholehah Bunda, apa kabar syg? Sehat selalu yaah....

Alhamdulillah di minggu ini baby girl sesuai prediksi Ibu dokter  sudah memasuki mingu ke 29. Di minggu ini Bunda merasa sehat - sehat selalu.

Bengkak di kaki bunda juga masih dalam batas kewajaran alias sederhana meski beberapa alas kaki bunda merasa kekecilan jadinya Bunda ke kantor kadang pakai sendal aja, nanti di kantor baru di ganti.

Awal Minggu ini Bunda ditemani papa selalu kemana - mana. Ke kampus, ke kantor, belanja, makan pisang epe' di Pantai Losari dan lain - lain. Karena orang hamil identik dengan perubahan emosi yang tidak stabil, Bunda kadang moodnya berubah - berubah dan papa jadi sasaran. Beruntung Papa alhamdulillah sabar selalu menghadapi Bunda.

Kadang papa terbangun tengan malam buat mijit kaki dan betis Bunda yang kadang - kadang keram, atau papa mencuci semua pakaian Bunda yang tidak sempat Bunda cuci sendiri. Hanya saja, karena tugas dan kewajiban, papa akhirnya harus kembali lagi turun ke laut sayang. Kemarin (16-12-15) Bunda harus mengantar papa ke  Bandara untuk bertolak ke Kumai juga ada Uncle (Adek kedua Bunda) harus ke Balikpapan juga.

Untuk perubahan yang Bunda rasakan, memang minggu ini Bunda sudah merasa semakin lelah dan berat dibagian perut Bunda, tapi tidak menjadi masalah. Bunda kebanyakan harus tidur cepat. Tiap tidur, bunda tidak terlalu merasa susah seperti kebanyakan orang rasakan. Bunda merasa seperti biasa aja dan tidur dengan nyenyak selalu. Alhamdulillah

Meski hari ini Bunda harus flu karena terkena hujan di tengah kemacetan kemarin sore saat pulang dari kantor, bunda alhamdulillah bisa beraktivitas seperti biasa di kantor. Kepalanya memang rada berat sat bangun pagi tadi tapi alhamdulillah masih bisa bunda atasi sayang...

Oia, Hari ini Bunda dapat rejeki berupa pakaian dari salah satu Ibu direksi di kantor Bunda. Pakaianya lucu - lucu loh... Alhamdulillah yaah sayang. Rejeki anak sholehah Bunda..

Baik - baik terus yaah di Perut Bunda hingga tiba waktunya melihat dunia sayang yah... jadi gadis sholehah Bunda insyaalloh. Amiiin.

Selasa, 08 Desember 2015

Kehamilan minggu ke 28

Dear baby boo Bunda. Sehat selalu yah sayang.

Minggu ini, kehamilan Bunda sudah memasuki minggu ke 28, itu artinya sudah berada di penghujung bulan ke 7. Banyak perubahan yang Bunda rasakan minggu ini.

Kemarin (Selasa, 8 Dec 2015) Bunda ke dokter lagi. Bulan ini dokter bunda masih sama dengan yang bulan lalu, Dr. Emilda, S.Pog. Di rumah sakit Grestelina, Makassar. Sebelum ke dokter kandungan, Bunda sebenarnya sudah dari dokter umum Bunda sehari sebelumnya di Jl.Toddopuli.

Itu adalah kali pertama Bunda ke Dokter yang ditunjuk BPJS untuk Bunda itu. Ternyata pak dokternya kesannya kurang bersahabat dan mempersulit aja, padahak Bunda hanya minta surat rujukan untuk persalinan di Rumah Sakit nanti.

Di dokter Emilda, Bunda diperiksa seperti biasa, lancar.. Berat badan bunda saat ini sudah mencapai 73,6 kg dari berat semula cuma 60kg. Penigkatan yang fantastis loh sayang hingg 13 kg di bulan ke 7.

Lingkar perut Bunda sekarang semakin besaaar... Semakin berat dan membuat cepat lelah. Oia, ada perubahan berbeda lagi minggu ini selain itu semua, kaki bunda sekarang mulai bengkak dan saat tidur gampang keram, bahkan saat Bunda tidur kadang keram datanf tiba - tiba yang membuat Bunda harus terbangun karena kesakitan. Paling sering sih di kaki kiri Bunda.

Ibu Dokternya juga periksa tekanan darah Bunda, katanya lumayan tinggi.  130 loh.. Itu mungkin karena dalam seminggu bunda pola makannya kurang teratur. Bunda makan steak dan konro serta durian. Kata dokternya, bunda harus selektif memilih makanan demi kesehatan kamu sayang. Maafin Bunda yah.

Saat USG, kepala kamu juga alhamdulillah sudah menghadap kebawah di posisi lahir. Dan jenis kelamin kamu kata bu dokternya InsyaAlloh Anak Sholehah.. ^_^ Amiiin.

Oia, satu hal yang membuat Bunda lebih bahagia di minggu - minggu ini karena kehadiran papa selalu di samping Bunda menemani. Mengantar dan menjemput Bunda ke Kantor, Ke Kampus, Ke Dokter dan kemanapun Bunda pergi. Meskipun kata Papa, beliau sudah harus balik lagi di akhir bulan ke kapal...

Semoga kita selalu sehat semua yaah sayang. Amiiin

Makassar, 9 Dec 2015
Salam Cinta Bunda & Papa
#LR

Rabu, 11 November 2015

Kehamilan 24 Minggu

Assalamu Alaikum wr. Wb.

Berhubung minggu lalu benar - benar penuh Aktivitas, Bunda sampai lupa menulis tentang kondisi dan perkembangan kehamilan Bunda pasca kecelakaan.

Dear malaikat kecil Bunda; sehat selalu yah sayang.Alhamdulillah kehamilan bunda sudah memasuki minggu ke 24, itu berarti tidak lama lagi bunda akan memasuki fase kehamilan trisemester ketiga.

Di minggu kemarin dan minggu ini tidk jauh berbeda, bunda merasakan alhamdulillah sehat. Oia, minggu ini luka akibat kecelakaan bunda sebelumnya sudah mengering dan sudah semakin baik. Kalau sholat, bunda tidak harus lagi miring kiri kanan tapi sudah sempurna alhamdulillah.

Kesehatan Bunda benar - benar sangat baik di minggu ke 23 & 24 ini. Nafsu makan benar benar lagi semangat - semangatnya. Kadang bunda harus nambah sampai dua kali saat makan saking semangatnya.Hanya saja diminggu 23 & 24, bunda mengalami keringat berlebihan yang jika sehabis makan membanjir namun alhamdulillah tidk bau koq. Hehe

Saking merasa fitnya, Sabtu minggu kemarin tepatnya 7-8 Nov, Bunda sampai ikutan acara gathering organisasi Bunda di Malino. Bunda nginap disana, tentunya setelah mendapat persetujun papa dan kakek. Meski disana sempat was was saat ada yang kesurupan, tapi alhamdulillah Bunda pulang dengan selamat dan sehat. Bahkan bunda membaw beberapa jenia sayur dan bunga dari sana.

Di minggu ini, kadang saat tidur bunda merasakan kesemutan dan keram tiba - tiba di kaki Bunda, selain itu intensitas buang air kecil juga semakin sering.

Kamu juga semakin aktiv menendang dan bergerak gerak di dalam perut bunda. Kadang bunda kaget namun bunda menikmatinya. Posisi tidur bunda juga sekarang sdh harus selalu miring jika tidak mau sesak, selain itu pinggang juga kadang sakit karena menopang beban d perut bunda.

Oia, ada dua lagi gejala baru yang bunda alami minggu ini yakni kadang bunda merasa sakit pada bagian ulu hati, itu menyebabkan sesak seperti habis di tendang. Selain itu, juga muncul benjolan kecil pada bagian perut kira - kira 5 atau 6 titik berbeda yang kelihatan merah dan gatal seperti bekas gigitan serangga.

Bunda awalnya menggaruk, tapi karena takut meninggalkan bekas, bunda akhirnya menggunakan bedak tabur menthol. Alhamdulillah sekrng sudah berangsur menghilang.

Oia, papa masih disumatera sayang dan baik - baik saja. Meski sempat demam katanya dua hari tapi alhamdulillah sekarang sudah sehat.

Itu aja yah yang bisa bunda tuliskan di minggu ke 24 ini. Semoga kesehatan yang baik selalu Allah limpahkan kepada kita semua. Amiiiin YRA

Salam Cinta Bunda & Papa

Makassar, 11 Nov 2015
#LR

Kamis, 29 Oktober 2015

Bunda kecelakaan

Assalamu Alaikum malaikat kecil Bunda dan papa. Apa kabar sayang? Semoga selalu sehat dalam lindungan Allah yaah sayang.

Sebelumnya Bunda minta maaf sayang yah... Kemarin karena kelalaian Bunda, kamu harus ikutan terseret di aspal bareng bunda gara - gara disalib pengendara lain saat perjalanan ke kantor.

Bunda ingat betul, kemarin Rabu 28 Oktober 2015 yang berterpatan dengan hari sumpah pemuda bunda harus dibawa Bapak kakek ke IGD Rumah Sakit Grestelina Makassar. Beruntung saat Bunda jatuh, ada orang baik yang menolong Bunda. Mulai dari yang memberikan air minum, membawakan kursi sampai yang membawakan dan membantu mengolesi minya gosok ke luka Bunda.

Yang Bunda sayangkan adalah pengendara yang menyalib Bunda tidak berenti sedikitpun bahkan melihat pun tidak. Tapi tidak apa, Bunda ikhlasa koq sayang. Dampaknya adalah Bunda terpaksa harus absen dari kantor sudah dua hari ini.

Di rumah sakit, selain Bapak Kakek, juga ada Nenek Ibu yang datang menggantikan Bapak Kakek jaga Bunda di IGD. Untuk pertama kalinya Bunda masuk IGD dan di dorongnpake kursi roda. Luka di Lutut Bunda lumayan parah, tapi hal yang paling membuat Bunda khawatir adalah keadaan kamu sayang.

Bunda sangat khawatir, terlebih saat setelag jatuh lama sekali baru bunda merasakan ada pergerakan kamu sayang di perut Bunda.

Bunda harus menunggu sampai pukuk 12 siang sampai akhirnya bisa bertemu dokter kandungan. Dokter Emilda, Sp.OG. Demikian nama dokter yang memeriksa Bunda.

Disana, Bunda di timbang berat badan. Berat Bunda 67,8kg dilanjutkan dengan USG. Kekhawatiran Bunda akhirnya hilang saat mulai USG. Bunda begitu bersyukur sekali saat melihat kamu kelihatan bergerak dengan sangat aktiv di perut. Nampak juga senyum nenek Ibu saat dokter menjelaskan letak mata, kaki dan menghitung jumlah jari.

Hanya satu hal yang tergolong lambat, yakni posisi kepala kamu sayang yang masih berada paga bian atas perut Bunda. Semoga setelah masuk minggu ke 23 nanti, kamu sudah berbalik sayang yah agar proses lahirmu nanti normal.

Kata nenek Ibu, papa dulu juga saat lahir posisinya sungsang alias kepala lahir belakangan, tapi bunda selalu berdoa dengan sangat untuk tidak mengikutinya alias kamu terlahir normal sayang. amiiiiin

Kata dokter, minggu ke 21 atau masuk bulan ke 6 ini, berat kamu sudah 515 gr. Panjangnya belum Bisa di deteksi dikarenakan kamu begitu aktiv sayang. Untuk jenis kelamin, kata  Ibu dokternya kemungkinan awal kamu cewek sayang alias calon anak sholehah Bunda. Apapun jenis kelamin kamu kelak, Bunda hanya bisa bersyukur dan berharap kamubdan Bunda sehat selalu yah nak.

Bunda yakin, kamu adalah anak yang kuat, tegar, penyabar, sholehah dan Mandiri. AMiiiin.

Oia, kabar papa alhamdulillah baik sayang di sumatera sana. Hanya saja, Bunda tidak memberi tahu papa mengenai insiden yang menimpa Bunda karena Bunda takut papa khawatir. Nenek Ummi di kampung sudah Bunda beritahu, semula semua penen datang jenguk Bunda tapi sekuat tenaga Bunda berusaha meyakinkan kalau Bunda baik-baik saja.

Tadi pagi saat Bunda terbangun, Bunda merasa seluruh persendian sakit sekali, lebam sudah nampak dimana-mana, luka bunda mulai mengering karena jell dari dokter. Bunda merasa sakit banget dibagian kedua lutut, leher belakang, kedua lengan dan paha serta sekitar paha Bunda. Saat Bunda sholat, Bunda harus menahan sakit bahkan air mata bunda  keluar saking sakitnya.

Mungkin itu dulu yang bisa Bunda tulis hari ini sayang, Bunda sudah harus istrahat karena Bunda berencana kalau sudah tidak ada halangan besok masuk ke kantor.

Minggu, 25 Oktober 2015

Malaikat kecil kami ikutan On Air

Assalamu Alaikum malaikat kecil Bunda dan papa...!!! Apa kabar sayang? Semoga selalu dalam lindungan Allah. Amiiin

Oia, banyak hal yang pengen Bunda sharing malam ini. Mulai dari Mengenai apa yang Bunda rasakan, bagaimana aktivnya kamu, hingga kegiatan Bunda yang semakin hari semakin banyak saja. Bunda jadi bingung mau memulai dari mana....^_^

Kondisi Bunda
Alhamdulillah kondisi badan Bunda semakin hari semakin bugar saja rasanya. Meski semakin banyak kegiatan akhir - akhir ini dan bagitu banyak yang harus bunda pikirkan, alhamdulillah Bunda bisa menjalani semuanya dengan lancar hingga saat ini.

Kegiatan Bunda seperti biasa dari hari Senin hingga Jumat dan kadang Sabtu pagi adalah kegiatan rutin yang tidak bisa Bunda hindari. Rumah - Kantor, begitulah keseharian Bunda dari pagi hingga pukul 5 sore bahkan kadang lewat. Berhubung kegiatan menuntut banyak keluar kantor, alhamdulillah Bunda masih kuat berkendara kesana - kemari demi kewajiban.

Selain itu, aktivitas lain Bunda di Hari Sabtu dan Ahad adalah Kuliah. Bunda tidak pernah keberatan untuk selalu hadir mengikuti Perkuliahan dan berkendara dari rumah di Gowa ke kampus Bunda di Perintis Kemerdekaan. Kadang, saat harus masuk kantor di Hari  Sabtu, bunda terpaksa harus memacu kendaraan dari arah kantor di veteran ke perintis kemerdekaan.

Bagi Bunda, kehamilan yang sudah masuk minggu ke 21, atau 6 bulan yang semaki  hari semakin berat, bukanlah halangan untuk bermalas - malasan. Disamping itu semua, sebagai ibu rumah tangga, bunda juga punya pekerjaan rumah dan pekerjaan dapur yang tidak boleh ditinggalkan serta tugas - tugas lain yang mengharuskan Bunda untuk mengorbankan waktu istrahat sesekali.

Meski begitu, komunikasi Bunda dan papa juga tidak boleh putus serta hobby nonton Bunda juga harus tetap jalan. Jadi, inti dari semuanya adalah Manajemen waktu yang dikontrol dan dilaksanakan oleh diri sendiri.

Tapi bagaimanapun kuatnya tubuh, tetap memerlukan waktu istrahat. Itulah yang mendasari Bunda untuk memilih istrahat di Sabtu pagi kemarin di rumah dan lanjut kuliah di jam 1 siang sesuai jadual. Selain istrahat di pagi hari, kuliah di siang sampai sore hari, Bunda juga harus menghadiri Talkshow Iklan salah satu Usaha tempat kerja Bunda di Delta FM.

Berhubung Talkshow Bunda dimulai pukul 4 sore, sedangkan bunda selesai kuliah 3.45 sore, terpaksa bunda harus memacu kendaraan diatas 60KM/jam, maafin Bunda yah sayang, jika papa tahu, pasti sangat khawatir tentang ini.

Untuk kondisi Bunda memasuki minggu ke 21 atau masuk 6 bulan ini, Bunda mulai merasakan sering keram pada kaki, sakit pada pinggang dan desakan yang semakin kuat di perut. Tingkat pergerakan kamu dan daya gerak yang kuat dalam perut Bunda juga kadang membuat kaget. Meski semakin sering, Bunda sudah mulai terbiasa.

Rambut di kepala Bunda terasa semakin lembut akhir - akhir ini, juga ada sedikit perubahan lain pada bagian lain di tubuh Bunda, tp menurut berbagai informasi yang BUnda baca dan dengar, itu sangat normal. Oia, mengenai kabar papa, beliau sehat dan sampai saat ini papa masih betah di Sumatera sana menunggu keputusan kapan kapal papa akan bergerak menuju Kalimantan.

Besok kembali adalah Senin, itu berarti Bunda sudah harua istrahat untuk persiapan cas fisik dan tenaga sebelum kembali berjuang di kantor.

Makassar, 25 Oktober 2015

Salam Cinta Kami
Bunda & Papa

Senin, 19 Oktober 2015

Kehamilan 20 Minggu

Dear Malaikat kecil yang suka nedang - nendang Perut Bunda dari dalam. Bagaimana kabarmu sayang?

Alhamdulillah, Sampai saat ini usiamu sudah 20 Minggu alias bulan ke lima akhir di dalam perut. Ukuran perut Bunda semakin hari semakin membesar dan berat. Bunda sekarang sudah sangat gampang capek saat berjalan atau beraktivitas.

Meski demikian, Bunda tetap bekerja dan kuliah di akhir minggu. Selain kadang kepala bunda yang sering migrain, pinggang Bunda juga sekarang sudah sering sakit seiring perkembangan kamu sayang, mungkin faktor beban kali yah....

Makanan Bunda sekarang lumayan lahap, meski kadang Bunda harus memuntahkannya setelah memakannya jika itu kurang mau bersahabat ketika sudah di dalam perut.

Papa sekarang masih di perantauan sayang. Cari nafkah yang halal buat kita berdua. Bunda hanya bisa berdoa untuk keselamatan dan kesehatan papa dan semua keluarga dimanapun berada, terkhusus untuk Bunda dan malaikat kesayangan Bunda yang semakin nakal menendang.

Harapan seorang Bunda dan Papa sebagai calon orang tua, tentunya berharap malaikat kecilnya diberi kesehatan selalu, kesempurnaan fisik, cerdas, dan tentunya berakhlak yang baik alias Sholeh/hah. Berhubung Bunda belum tes jenis kelamin malaikat kecil kami, Bunda belum bisa memanggil kamu salah satu diantara sholeh atau sholehah.

Doakan Bunda dan Papa yah sayang, kita selalu sehat sama - sama, diberikan rejeki yang banyak dan berberkah. Amiiiin