Tampilkan postingan dengan label diary ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary ibu hamil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 April 2017

13 Bulan Baby Putri

Assalamu Alaikum,

Alhamdulillah Bulan April akhirnya menyapa.... putri sholehah Bunda sekarang sudah 13 bulan. Waktu berlalu begitu cepat dan baby putri kami sudah tidak bayi lagi.

Sangat banyak hal yang sudah diketahuinya, pikirannya juga semakin terbuka. Sisi kreative dan cerdas sudah semakin kelihatan. Bunda sangat  bersyukur dengan segala nikmat yang Alloh Anugerahkan kepada kami dan menjadi amanah besar yang harus kami pertanggungjawabkan kelak.

Fase Berjalan

Memasuki usia 13 bulan, Putri sudah semakin gesit dan lincah kesana kemari membuat saya dan penjaganya harus semakin ekstra menjaganya, terlebih kediaman saya berada di lantai 2. Jika sedang berjalan, sesekali kadang mendadak berenti dan alhamdulillah berhenti dengan sempurnanya. Apabila mendapati sudah jalan oleng dan rawan jatuh terduduk berarti sedang mengantuk, lagi tertawa atau baru berdiri.

Fase Berbicara

Di usia 13 bulan, ada saja kata baru yang diucapkan saat bangun tidur, atau mendadak mengikuti apa yang Bunda ucapkan. Sekarang juga sudah mulai fasih mengucapkan kata "ALLAH", "ALLAHU AKBAR", masyaAlloh Bunda sangat bersyukur.

Fase menangkap instruksi dan gerak

Untuk fase menangkap instruksi, putri solehah semakin bertambah. Jika diminta masuk ke kamar dia akan masuk, diminta bawa barang atau benda, dengan lincah dia akan membawanya, jika diminta meletakkan benda pada tempatnya juga alhamdulillah semakin mahir dan penurut, semoga Alloh selalu melindungi putri kami dan tetap jadi anak penurut.. amin.

Untuk fase gerak, biasanya setiap gerakan yang diketahuinya dan dilihatnya secepat kilat akan dicontohnya, misalnya saat bunda sholat, maka putri akan mengikuti, saat melihat sajadah dibentangkan sontak langsung sujud menghadap kiblat. Oia, satu lagi... saat melihat ada uang dan celengan alhamdulillah langsung pengen nabung

Fase Toddler

Namanya Anak, di usia 1 - 3 tahun akan mengalami masa toddler. Masa ini adalah masa anak sudah tahu mana yang dia suka dan tidak suka, jadi biasanya si anak akan meminta hal - hal yang dia mau dan senangi dengan cara merengek - rengek sampai kemauannya terpenuhi.
Di masa ini, Bunda semakin ekstra menfilter hal - hal yang boleh dan tidak boleh yang erat hubungannya dengan tumbuh kembang dan kesehatan baby putri kami.

Contohnya saat dia minta makan makanan yang belum cocok untuk usianya, biasanya Bunda akan mengalihkan perhatiannya ke arah yang lain atau hal lain yang disenanginya sebelumnya tapi baik untuk tumbuh kembang dan kesehatannya.

Pola Makan dan Minum

Berhubung, ASI Bunda semakin menipis, jadilah dengan sangat terpaksa Bunda harus membantu Susu Formula di usia kurang lebib 13 bulan.. hikzzz...Sedih sih karena nda bisa ASI ekslusif full 2 tahun.

Meski begitu, saat di rumah  dan PD masih berasa berat Bunda masih memberikan ASI koq, kecuali stock memang sudah habis. Biasanya Bunda memberikan asi saat pulang kerja, dan malam hari full.

#curhatIbuMuda
#BundaASI
#perempuanbugis

Senin, 29 Februari 2016

Kehamilan Minggu ke 40

Assalamu Alaikum wr. Wb. Baby boo kesayangan Bunda dan papa
Baik dan sehat selalu yah syg.

Skrg kehamilan Bunda sudah masuk 40 minggu. Sudah waktunya bunda melihat kamu sayang. Dari semalam (28/2) malam Bunda sudah merasakan kontraksi, tidur bunda tidak nyenyak yang berakibat pukul 4.20 dini hari keluar lendir bercampur darah.

Nyeri kontraksi sudah terasa sedikit demi sedikit tapi dengan  range waktu yang sangat jarang. Karena khawatir dengan darah dan lendir yang keluar, setelaha menungu papa mengurus upating di Barombong, akhirnya Bunda minta di antar ke Rumah Sakit Bersalin. Sesampai di Rumah sakit, dokter Fatma yang biasa menangani bunda sudah mau pulang, akhirnya bunda lsg diarahkan ke IGD sebelum akhirnya diarahkan ke lt.3 ruang bersalin untuk mengecek pembukaan. Akhirnya setelah cek dalam, sang suster mengatakan kalau baru pembukaan 1.

Tepat pukul 1 siang Bunda disuruh pulang dulu sama sang suster menunggu sakitnya datang semakin sering. Bunda sama papa akhirnya pulang dulu. Ba'da magrib, ketuban bunda akhirnya pecah.

Pukul 22.00 Bunda minta diantar papa ke Rs. Grestelina lagi karena takut air ketuban habis. Sempat ada drama selama kurang lebih 45 menitan karena mobil yang bunda dan papa naikin sempat tenggelam ban di tanah berlumpur di depan rumah. Namun berkat pertolongan dua orang bapak - bapak yang lewat di depan rumah, mobil berhasil di keluarkan dari jebakan lumpur.

Tepat pukul 11, bunda sampai di Rs.Grestelina dan langsung diperiksa dr. Deviana S.Pog. setelah di periksa ternyata ketuban Bunda sudah tidak banyak lagi. Dokter akhirnya menyarankan langsung opname. Setelah diantar oleh suster dari IGD menuju ruangan bersalin, pengecekan pembukaan dilakukan, masih bukaan 1.

Setelah menunggu sampai jam 12 malam dan tidak ada peningkatan pembukaan akhirnya Bunda di Induksi (infus obat perangsang) yang sakitnya sangat double - double. Bunda dan papa disuruh menunggu sampai pukul 3 dini hari untuk melihat perkembangan pembukaan. Namun hingga pukul 6 pagi? Bunda hanya naik ke pembukaan 2 dan air ketuban yang terus mengucur.

Pukul 7 pagi Bunda masuk kategori gawat janin karena detak jantung baby boo bunda sudah tidak stabil dan rasa sakit bunda juga sudah tidak terhankan. Keputusan terakhir akhirnya Bunda harus di Operasi Secar pukul 10.00

Tepat pukul 9.10 persetujuan operasi Bunda sudah disetujui papa. setelah berganti kostum operasi,  bunda akhirnya antri untuk di operasi berjejer dengan pasien yang lain dengan riwayat penyakit yang berbeda di ruang persiapan. Saat itu, Bunda menahan sakit yang sangat sakit karena obat induksi masih bereaksi.

Pukul 10.05 Bunda akhirnya masuk ruang operasi, langsung dibaringkan dan dikerumuni dokter. Awalnya saya risih karena harus membuka  semua busana dan dikelilingi para dokter yang kebanyakan cowok. Tapi mau gimana lagi, sudah seharusnya begitu.

Awalnya bunda di dudukkan di meja operasi, setelah itu langsung di minta tunduk sebentar dan dokter mencari letak titik bius bunda dibagian tulang belakang Bunda. Setelah kedua dokter ahli menemukannya, Bunda merasakan ada jarum suntik tertancap sebanyak dua kali. Sekitar 2 detik setelah itu, kaki bunda sontak kesemutan dan keram dimulai daei kaki kiri dan menjalar sampai pinggang. Setelah itu Bunda dibaringkan, ditutupi batasan dengan kain tebal dan dikerumuni dokter ahli bedah dan kandungan.

Bunda sudah tidak merasakan apa - apa mulai dari bagian pinggang kebawah. Pada bagian perut, Bunda merasakan dokter mengoleskan cairan dingin dengan kapas yang tampaknya juga obat bius karena setelah melekat di kulit perut mendadak saya merasakan seolah tidak punya perut seketika.

Bunda masih sadar 100% area perut ke atas, bunda bisa melihat di seberang kiri bunda juga ada orang lain yang sedang di operasi. Bunda bisa mendengar suara dokter dan percakapan mereka semuanya dari balik tirai yang membatasi perut dan kepala bunda.

Tepat pukul 10.22 pagi, untuk pertama kalinya Bunda mendengar suara tangisan kamu sayang. Rasa bahagia, haru bercampur jadi satu tatkala sang dokter mendekatkanmu pada bunda dan memberitahu kalau jenis kelamin kamu Perempuan sayang. Bunda bisa melihat kulit putih bersihmu dan suara tangismu yang menggelegar.

Bunda hanya bisa terseyumj sangat bahagia melihatmu telah melihat dunia pada akhirnya. Karena bagian perut bunda kebawah masih belum bunda rasakan karena pengaruh bius, di menit - menit terakhir bunda cuma mendengarkan gemerincing alat operasi dan suara dokter yang menjahit bekas operasi bunda. Bunda bersyukur melewati semuanya dan operasi berjalan lancar dengan kehadiranmu. Alhamdulillah

Setelah semua selesai, bunda akhirnya di baringkan di ruangan khusus. Disana bunda melihatmu terbaring di dalam inkubator. Sekali lagi, Bunda hanya bisa melihatmu dari jauh sayang tanpa bisa menyentuhmu karena setengah badan bunda masih dibawah pengaruh obat bius.

Pukul 11.30 kamu dibawa sama suster ketemu nenek ibu sama papa di ruang perawatan 306 sementara bunda masih harus menunggu higga pukul 4 sore sebelum bertemu denganmu. Bunda harus menunggu hingga pengaruh bius hilang perlahan. Pukul 2 siang pengaruh bius di kaki kanan sudah perlahan hilang, menunggu kaki kiri dan daerah perut.

Alhamdulillah pukul 4 sore akhirnya bunda sudah bisa memeluk dan menciummu sayang. Setelah dijemput papa dari ruang perawatan menuju ruang rawat inap. Meski rasa sakit masih sangat terasa tetapi bunda sanggup menetralisir semuanya setelah melihatmu sayang.

Syukur Bunda dan papa tidak terhingga.
Kakek dan nenek beserta keluarga besar juga sangat bahagia dengan kehadiranmu sayang.

Sehat - sehat selalu, panjang umur dan jadi anak sholehah bunda dan papa yang berbakti untuk Agama khususnya. Amiin YRA

Rs Grestelina, 1 Maret 2016

Jumat, 12 Februari 2016

Kehamilan 37 Minggu

Dear baby sholehah Bunda dan papa....
Assalamu Alaikum wr. Wb sayang

Alhamdulillah minggu ini kehamilan Bunda sudah memasuki minggu ke 37. Itu artinya penantian Bunda dan papa tidak akan lama lagi. Minggu ini perut bunda semakin berat rasanya, pinggang semakin hari semakin berasa berat dan sakit, kaki juga kadang bengkak saat kecapean tapi kembali mengecil saat Bunda sudah istrahat.

Papa alhamdulillah sudah balik lagi sayang. Saat ini papa sudah sign off dari kapal untuk sementara karena permintaan Bunda. Bunda merasa lebih aman saat papa di samping Bunda, menemani Bunda kemana saja dan setia memenuhi segala keinginan Bunda.

Oia, tadi siang (Jumat,12/2), Bunda mengira kalau bunda sudah akan melahirkan kamu karena saat siang hari, bunda mendadak merasa ada rembesan cairan, tapi tanpa rasa nyeri. Karena panik, Bunda akhirnya meminta papa mengantar Bunda ke dokter sepulang sholat jumat.

Setelah menunggu dokter sangat lama, akhirnya antrian bunda dipanggil. Berat Bunda sudah 80.5 kg loh sayang. Bunda sudah over 20.5kg di minggu ke 37 dari berat awal 60kg.

Karena keterangan Bunda tentang adanya cairan, akhirnya dokter memeriksa air ketuban Bunda, katanya masih normal. Berat kamu sudah 2,6 kilo loh sayang dari cek trakhir bulan lalu masing 1,9kg.

Panjang badanmu saat ini sudah 30.74 cm dengan lingkar kepala dan perut serta detak jantung normal. Alhamdulillah. Oia, karena pak dokter takut cairan yang keluar itu adalah air ketuban, akhirnya pak dokter sarankan ke lt.3 untuk cek di ruang bersalin sama Ibu Bidan. Disana setelah di cek dengan kertas Lakmus, akhirnya bu bidannya bilang kalau itu bukan cairan air ketuban tetapi masih lendir biasa dan belum ada pembukaan yang menandakan akan adanya persalinan segera.

Karena masih memasuki minggu ke 37, itu berarti belum masuk di minggu persalinn sesuai prediksi dokter. Kata pak dokter, jika itu adalah air ketuban yang keluar di minggu ke 37, artinya Bunda harus operasi cesar, tapi alhamdulillah bukan.

Satu sisi Bunda bersyukur karena tidak harus cesar, disisi lain bunda juga hrs sedih karena belum bs melahirkan kamu sayang. Semoga kedepannya Bunda betul - betul merasakan kepastian yah sayang. Amiin

Baik - baik dan sehat selalu di perut Bunda yang sayang hingga tiba masa kamu melihat dunia.. insyaAlloh.

We Love you so Much
Salam Cinta Bunda dan Papa