Tampilkan postingan dengan label catatan ibu baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan ibu baru. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2016

Perkembangan Baby Putri di Bulan ke 9

Alhamdulillah Baby Putri sekarang sudah semakin lincah dan Cerdas. Memasuki usia 9 bulan, motorik kasarnya sudah semakin meningkat. Terbukti sekarang sudah bisa mulai merangkak dan berdiri saat berpegangan.

Selain itu, #BabhPutri juga sudah semakin mantap berjalan meski masih dibantu pegangan tangan serta sesekali melepaskan tangannya dari tempatnya berpegang saat berdiri.

Untuk kemampuan bicara, sudah berbagai macam kata bisa diucapkannya namun memang belum bisa dipahami yang dimaksud apa. Hal yang paling sering diucapkannya adalah "papa", "mammam" dan "heeeeh".

Kata "heeeèh" menjadi kata paling sering diucapkan setiap melihat benda atau binatang bergerak (semut, cicak, kucing, rusa, bebek bahkan pesawat dan lampu kelap kelip). Kemauannya juga sudah semakin banyak. Saat melihat atau mendengar suara mobil, maka serta merta langsung membuang badan kearah pintu atau arah mobil.

Saat ingin digendong atau sontak mengangkat tangan untuk diambil. Saat ingin dibangunkan dari tempat tidur ekspresi seakan memelas dan mengangkat kedua tangan, sementara saat butuh diperhatikan badannya akan dikunci, suara memelas dan kadang menusuk2 hidung atau mata jika saya pura - pura tidur saat dia terbangun.

Kalau biasanya pekerjaan saya rutin mengurus keseharian #babyPutri dari A - Z, mengurus kebutuhan suami dan pekerjaan rumah, ngantor dan ngampus, sekarang ada kerjaan tambahan dari #babyputri  khusus yaitu Membereskan semua barang dan pakaian yang sudah dihambur - hamburkannya.

Anak sholehah kalau sudah mulai aktiv dan pintar yaa gitu...Makanya jadi emak yang baik dan sabar itu hadiahnya syurga, insyaAlloh ^_^

#anaksholehah
#babysholehah
#wijaperempuanbugis
#LatifahFatihaPutri
#baby9Month5Days

Jumat, 13 Mei 2016

Perjalanan Pertama Baby Putri

Keluar dari rumah sakit setelah dirawat di Rs. Grestelina Makassar dari tanggal 29 Februari malam dan berlanjut operasi Secar di tanggal 1 Maret, akhirnya tepat Tanggal 4 Maret 2016, saya, Baby Putri dan Keluarga bisa dibebaskan oleh bu Dokter. Meskipun bekas operasi Secar belum sembut total, tapi sudah di bolehkan keluar dari rumah sakit.

Seperti bayi bayi muslim yang lainnya, sunnah hukumnya melakukan aqiqah atau gunting rambut di hari ke tujuh. Oleh karena Aqiqah baby Putri akan diselenggarakan di Kabupten yang jarak tempuh 5 jam dari Kota kelahiran baby Putri.

Dalam perjalanan ke kampung halaman ditemani nenek dan nenek buyut putri, juga ada tante kecil, om yang menyetit mobil dan saudara kakek Putri turut menemani. Seperti biasa, bayi masih sangat rentan dengan berbagai macam hal baru. Sementara hari itu, Baby Putri melewati banyak pada hari keluar dari rumah sakit.

Pertama, naik mobil, panas, hawa AC, berebut oksigen di dalam mobil dan perjalanan panjang. Sebelum ke Kampung halaman Bunda, terlebih dahulu transit sebentar di rumah kakek dari Papa putri untuk mengambil berbagai perlengkapan sekaligun menunggu papa pulang dari kampus.

Selanjutnya tepat sore hari sebelum masuk magrib, bunda dan keluarga beserta papa dan baby putri pamit ke kakek dan nenek untuk bertolak dari Makassar menuju Kabupaten Sinjai.

Awalnya semua berlangsung biasa saja. Baby putri enteng - enteng saja meski sesekali menangis. Tapi entah apa yang terjadi, tiba di perbatasan Kabupaten Gowa dan Takalar, baby putri mendadak sangat rewel. Berkali - kali mobil harus kami hentikan untuk menenangkan akan tetapi semakin keras menangis.

Bunda, papa, nenek dan semuanya menjadi khawatir kalau kalau terjadi hal yang tidak diinginkan. Kekhawatiran bertambah setelah mata babi putri tiba - tiba seakan terjepit dan seolah tidak bernafas. Kami semua panik, terlebih saya. Saat tubuh baby putri ditenangkan oleh nenek Ummi, saya hanya bisa pasrah, menangis dan berdoa baby putri tidak kenapa - kenapa.

Cukup lama baby putri seakan hilang tanpa suara dengan keadaan yang mengagetkan kami semua hingga akhirnya baby putri kembali menangis dan kami semua berasa lega. Setelah menenangkan diri, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan Bismillah dan sampai dengan selamat di pukul 11  malam.

Sebuah pengalaman yang sangat melelahkan dan menegangkan. Semoga sampai kapanpun tidak akan terulang seperti itu lagi ke baby putri. Amiiin. Saking lelahnya, di malam harinya baby putri kami menangis dan saya dengan papanya tidak mendengarkan suaranya padahal di sampingku. Justru nenek Ummi yang beda kamar yang mendengarkan dan membangunkan kami setelah sekian lama pintu di tendangnya.

Pengalaman menjadi Ibu baru yang sangat tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun.

We Love Our Baby Putri

Sinjai, 5 Maret 2016